Cuaca masih tidak menentu. Anda mungkin merasakan kalau siangnya panas, petangnya bisa hujan deras. Tapi tahu enggak sih kalau lagi ramai soal air hujan di Jakarta yang disebut-sebut mengandung mikroplastik berbahaya?
Fenomena hujan di Jakarta kini tak lagi sekedar air turun dari langit. Lagi ramai dibahas kalau ternyata air hujan di Jakarta telah mengandung mikroplastik. Simpelnya, di setiap tetes air hujan ditemukan partikel plastik halus yang ringan dan bisa terbawa angin naik ke atmosfer lalu turun kembali bersama hujan.
Nah, dari mana asal mikroplastik itu?
Menurut Peneliti ahli utama Oseanografi BRIN M. Reza Cordova
umumnya karena memang ditemukan ini cukup banyak bentuknya fiber, dia berasal dari abrasi pakaian. Karena pakaian kita ini sebagian besar sekarang adalah polimer sintetis. Kemudian ada juga memang berasal dari pembakaran terbuka sampah plastik itu sendiri. Kemudian dari degradasi plastik yang ada dilingkungan sehingga dia bisa ke udara.
“Bahkan dari hasil penelitian kami itu mikroplastik yang terdeteksi dari air hujan itu memang berasal dari ban kendaraan, dari gesekannya seperti itu. Jadi memang karena dia itu bentuknya ringan dan kemudian halus, dia lebih mudah terbawa angin kemudian naik ke udara ke atmosfer lalu turun kembali bersama hujan”paparnya.
Meski terlihat kecil, mikroplastik ternyata punya dampak yang besar bagi lingkungan dan kesehatan. Ia tak hanya meninggalkan jejak di tanah, tapi di udara yang kita hirup sampai hujan yang turun.














Komentar