Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali erupsi pada Rabu pagi. Letusan kolom abu setinggi 700 meter keluar dari puncak kawah. Letusan masih berada di radius aman dan tidak berdampak.
Erupsi berupa letusan dengan kolom abu intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi Gunung Semeru juga terlihat dari kawasan permukiman di kaki Gunung Semeru. Erupsi yang terjadi masih berada di radius aman dan jauh dari permukiman sehingga tidak menimbulkan dampak apapun.
Menurut keterangan warga, Sering terjadi letusan tapi tidak mengganggu aktivitas, tapi mereka tetap waspada.
Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, erupsi terjadi dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm, berdurasi kurang lebih 2 menit 19 detik. BPBD Lumajang mengimbau warga untuk tetap waspada dan membantui rekomendasi keamanan dari PVMBG.
“Tetap untuk waspada terutama para penambang tidak menambang pada 500 meter dari sepadan sungai. Dan untuk seyogyanya warga tetap berhati-hati dan selalu waspada mengikuti dari rilis-rilis dari BMKG sendiri atau BPBD sendiri, mengimbau kepada masyarakat terutama penambang ataupun pengguna laharan, DAS lahar yang ada di Sumeru, seyogyanya untuk waspada” papar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Chayono.
Gunung Sumeru yang merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada di status level 2 waspada. Rekomendasi dari PVMBG agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor Tenggara sepanjang Besukoboan sejauh 8 km dari puncak.














Komentar